https://open.spotify.com/track/1x9jnpPOAMSrr7DuIG5jMl?si=IAMyXurXRWC-Z1rIMRsyow

Kita bangun rumah itu pelan-pelan, ya, sayang? Biar saja kalau dari luar kelihatan sederhana, tapi di dalamnya hangat dan nyaman, seolah pelukan yang selalu siap menyambut kita pulang. Aku mau rumah kita punya jendela besar, supaya sinar matahari bisa masuk setiap pagi, lalu akan membangunkan kita perlahan dengan cahaya hangatnya.

Terus kalau sore, kita bisa duduk di dekat jendela sambil minum teh atau cokelat panas, melihat langit berubah oranye pelan-pelan. Aku mau ada tirai warna pastel yang bisa kita geser kalau mataharinya terlalu terik, dan pot-pot kecil berisi tanaman di sudut-sudut ruangan biar rumah kita terasa lebih hidup!

Kalau hujan turun, kita bisa meringkuk di sofa yang empuk, berlindung di bawah selimut besar dan hangat, sambil mendengarkan suara rintiknya jatuh di atap. Mungkin kita akan rebutan selimut atau berebut posisi paling nyaman di sofa, tapi enggak apa-apa, ya? Soalnya akhirnya kita bakal tetap saling merapat juga. Atau kita bisa masak mie instan buru-buru karena malas keluar dari selimut, lalu makan bareng sambil nonton film kesukaan kita.

Aku mau kita punya lilin wangi dengan aroma vanila atau kayu manis, biar rumah kita selalu berbau nyaman. Terus, aku juga mau rak buku besar di ruang tengah, supaya kalau kita lagi nggak banyak bicara, kita bisa duduk berdampingan, masing-masing tenggelam dalam cerita yang berbeda, tapi tetap merasa dekat. Mungkin sesekali aku akan melirikmu, memastikan kamu nggak ketiduran dengan buku masih terbuka di pangkuanmu.

Dapurnya harus nyaman, ya! Biar kamu bisa bebas bereksperimen dengan masakan, dan aku bisa jadi food critic kamu yang selalu bilang, “Wah, enak banget, kakak!” meskipun mungkin saja rasanya sedikit kurang pas. Tapi enggak masalah, kan? Soalnya masakanmu selalu dibuat dengan penuh cinta!

Aku mau kita punya meja makan panjang di tengah ruangan, tempat kita bisa duduk berdua, atau mungkin bertiga, berempat, siapa tahu nanti ada yang ikut menemani kita sambil ngobrol tentang hari yang panjang. Kita bisa taruh vas bunga kecil di atas meja, yang setiap minggu kita isi dengan bunga segar, biar rumah kita selalu terasa ceria.

Soal warna dinding dan perabotan, aku percaya padamu! Tapi tata letaknya, aku mau ikut mikir! Biar nanti kalau kita sama-sama sibuk dan capek, tetap ada satu tempat di mana kita bisa ketemu setiap malam. Aku mau ada lampu-lampu kecil dengan cahaya hangat dan temaram, biar rumah kita terasa nyaman dan romantis tanpa perlu usaha terlalu banyak. Aku juga mau ada karpet empuk di ruang keluarga, tempat kita bisa selonjoran bareng, main board game, atau sekadar rebahan sambil menonton film sampai ketiduran.

Dan kalau suatu hari kamu ingin pergi jauh, keliling dunia, melihat tempat-tempat baru, aku enggak akan melarang. Aku tahu ada begitu banyak tempat yang bisa membuatmu betah. Tapi rumah ini akan selalu ada, selalu menunggumu pulang. Karena rumah itu bukan sekadar tembok dan atap, tapi tempat di mana ada orang-orang yang mencintaimu, yang selalu menyambutmu dengan pelukan hangat, tawa yang tak pernah berkurang, dan meja makan yang selalu punya tempat kosong untukmu. Rumah kita akan selalu ada untukmu, kapan pun kamu ingin pulang.

I loved you. (Edited.)